Friday

Ehem, mau cerita dikit nih. Sepertinya memang harus dituliskan karena rasanya pikiran udah terlalu penuh.
Jadi, sudah lumayan lama, aku tidak bisa menyukai siapapun. Beberapa orang mendekati, tapi rasanya feelingnya belum ada aja. Semenjak tahun 2018 ditinggal nikah, banyak sekali hal yang aku pikirkan. Kenapa dulu bertahan di hubungan yang salah, kenapa dulu ngga berani ambil kesempatan yang ada, kenapa dulu selalu suka denial sama perasaan sendiri. Ternyata, di tahun 2026 ini, aku mengulang kesalahan yang sama lagi. Padahal, semenjak itu aku memutuskan untuk hidup lebih berani, tetapi ternyata terjadi lagi.
He was just a guy I knew and was on my friends list. But one day he reached out to me and we started talking. Kita terus mengobrol dan mengobrol, lalu aku mulai merasa nyaman. Kita memutuskan untuk bertemu dan aku mulai merasa suka. Tapi sayangnya, kita beda agama. Aku yang akhirnya memutuskan untuk hidup lebih berani tapi tiba-tiba merasa sangat takut. Takut kalau kita terlalu dekat, takut kalau nanti aku terlalu suka, pada akhirnya harus berpisah. Takut akan menyakiti diri sendiri dan takut kita hanya akan membuang-buang waktu. Padahal sebenarnya aku sangat ingin menjadi dekat dan menjalani hubungan seperti pada umumnya. Aku juga selalu menghindar ketika kamu membahas soal bagaimana menjalani hubungan beda agama. Padahal kita ngga akan pernah tahu kalau kita belum mencoba.
Sampai akhirnya, kamu bilang kamu akan komitmen dengan seseorang. Hiks sedih banget rasanya. I was crying all night. Aku tidak menyangka akan merasakan kesedihan yang seperti ini lagi. Rasa kesedihan yang paling aku hindari, yaitu patah hati. Padahal aku merasa sangat bahagia akhirnya bisa menyukai orang lain lagi. Tetapi, bukannya kalau kita menyukai seseorang kita harus siap untuk itu? Aku sudah lupa.
You said you still wanted to be friends, but I couldn't. Dari awal, aku tidak pernah menganggapmu sebagai teman. Jadi, maaf ya.
Teruntuk kamu, semoga bahagia ya. Semoga kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan. Semoga semua rencana yang kamu buat selama ini bisa berjalan dengan lancar. Aku tahu kamu sudah banyak memikirkan soal ini dan kamu sudah mengambil keputusan yang benar. Sekali lagi, selamat yaa! I'm happy for you!

P.S.
Maaf aku sudah banyak merepotkan.
Aku ngambek ngga jelas pun kamu masih sabar menanyakan kenapa dan masih mau ngobrol sama aku. And my favourite part is when you hold my hand. Menurutku kamu itu orangnya sangat lembut. hehe. Terima kasih! Mari bertemu di lain waktu ^^

Sunday

I am happy when I travel.
Ngga harus ke luar negeri, cukup ke Jogja atau Bandung pun udah senang. Naik gunung, ke pantai, camping atau glamping pun gaaas wkwk. Aku paling suka kalau berkunjung ke tempat yang baru, tapi pergi ke tempat yang itu-itu lagi juga boleh dong. Terus pergi nyobain makanan yang katanya enak, iseng-iseng ngajak ngobrol orang asing, sightseeing sambil jalan kaki, seru banget. Tapi semuanya bakal lebih seru lagi kalau liburannya bareng-bareng.
I am happiest when I travel, with the ones I care about <3

Tuesday

Beberapa hari ini tidur mulu, mager, pegel-pegel, gatal alergi muncul tiba-tiba dan parah banget. Padahal lagi ada kesempatan buat liburan. Apakah karena aku termasuk tulang wangi? wkwkwk. Seumur-umur baru ini tau istilah tulang wangi. Benar-benar the power of social media ya, atau akunya aja yang kurang update nih ><

Thursday

"And if we are kind everywhere except our own house that's not kindness, that's performance. That is image management dressed up as virtue."

Saturday

2026

"Be present and make it happen!"

Tuesday

The Making of Harry Potter Japan Tour!

"I solemnly swear that I am up to no good"
...
Waktu itu cuacanya lagi dingin banget. Angin berhembus lumayan kencang, tapi pagi-pagi kita harus keluar penginapan dan pergi ke stasiun dengan berjalan kaki sejauh 1 km. Jam berangkat keretanya sudah dekat, jadi jalannya harus cevat-cevat. Duingin puol. Sempetin dulu mampir se7en eleven dekat stasiun buat beli onigiri, laper lagi soalnya hehe.
Sudah sampai nih di stasiun Toshimaen. Keluar stasiun kita masih harus jalan kaki lagi sekitar 200 m buat sampai di ticket gate-nya. Masuknya harus sesuai jam yang sudah kita pilih waktu beli tiket ya, jadi ngga boleh telat (tapi kemarin kita telat dikit ngga kenapa-kenapa sih). Btw, waktu masuk kita diperbolehkan bawa minum tapi ngga boleh bawa makanan (jadinya onigiri sembunyi dulu di dalam jaket *jangan ditiru gaes itu kepepet soalnya*).
Akhirnya kita masuk jugaaa. Baru masuk kita sudah dibuat menghabiskan okane yang banyak. Ada toko merchandise! Huaaa kita disuruh belanja dulu wkwk. Harga satu merchandise minimal 300 yen, tapi yang dibeli kemarin harganya diatas 1000 yen semua. Ngga tau deh habis berapa. Belum mulai turnya okane sudah menipis aja. Padahal belum belanja oleh-oleh di donki hiks. Oh iya, tenang aja di dalam juga ada banyak toko merchandise kok, jadi jangan kalap di depan seperti saya ya.
Sudah selesai belanja, kita mulai turnya. Pertama-tama kita masuk lorong gitu, ikutin aja petunjuknya. Terus kita sampai di ruangan yang isinya poster-poster film semua seri harry potter dari berbagai macam negara. Nah, pas disini jangan lupa scan barcode ya! Nanti registrasi akun gitu terus download QR Code biar kita bisa akses permainan di area tur. Seru kok, ntar kita pura-pura jadi supporter quidditch match sama rekam video buat lukisan bergerak kayak di film harry potter gitu (bingkai lukisannya ada banyak, jadi jangan lupa cari videomu ya, soalnya cuma diputar sebentar aja). Oh, terus di sana ada tangga bergerak loh gaeees. Waw keren sekali deh pokoknya.





Kalau sudah ketemu jembatan Hogwarts, berarti kita sudah setengah jalan. Sudah mulai lapar, kita makan dulu di restoran. Gilak penuh banget. Butter beernya enak banget. Kalau mampir ke Universal Studio di Osaka jangan lupa beli juga ya!


"Mischief managed"

Monday

Start feeling!

Kalau kamu bingung hidup ini mau dibawa kemana, terus kamu ngerasa hidup kamu monoton banget gitu-gitu aja, coba deh kamu mulai dengerin kata hatimu (klise bangeeeet haha). "Ah, tapi kan kita harus realistis dhan". Hmm kita memang harus realistis sih, cuma apa gunanya hidup tapi ngga enjoy? Jadi, berpikirlah sambil mulai merasakan. Start feeling! Reconnect with what excites you. Biasain aja mulai dari hal-hal kecil. Kamu suka koleksi stiker? Tempelin aja stiker di laptop kamu banyak-banyak. Kamu suka berenang? Atur waktu latihan tiap seminggu sekali. Suka naik gunung? Naiklah gunung tiap empat bulan sekali. Sesuaikan aja sama budget yang ada. Biar balance hidupnya. Meskipun kadang pilihanmu itu dinilai kurang baik sama orang lain, ngga apa-apa kamu jalanin aja. Sedikit demi sedikit kamu bakal ngerasain hidupmu jadi lebih menyenangkan. Jangan kerja muluuuu.
Cobain deh, sekali-sekali, ambil keputusan yang spontan. Langsung putusin tanpa mikir dua kali. Pasti seru deh. Kalau orang Balikpapan biasa bilang, gentak sudah!
(Dulu waktu masih kuliah, suka spontan pergi ke Surabaya dari Malang malem-malem bareng bubuhan cuma buat makan sambelan mak yeye. Kita juga sering tiba-tiba udah sampai di penanjakan Bromo aja. Itu seru banget siih!)